Wednesday, September 1, 2010


Dulu buta bukan tak melihat 
Bayang di depan tapi tak nampak...
dulu ada tapi tak rasa
ada depan mata, kosong jiwa

dulu tak sangka dari kosong jadi dua..
dari dua jadi satu..
satu kongsi semua, semua jadi satu

masam manis, kelat tawar hirup sama...
jatuh luka balut kemas
lompat tinggi sama ke awan...
kita kongsi aspirasi..
kita kongsi sejuta mimpi...

janji berlipat sama mengerat
tergigit lidah tak putus urat
cincang air tak putus empat
hati tercalar cepatlah ubat...

dalam suka pasti terluka
cubit kiri kanan pun rasa...
pedih ngilu pastilah ada
asam garam berkongsi dunia...

salah faham  pasti terjadi
apatah lagi jauh membahagi bumi
mana mungkin semuanya sekata
sedangkan menari pun lantai tak rata

tergigit lidah mulut yang bisa
ibarat pedang menghunus jiwa
sudah terngadah baru tersentak
apakan daya sudah terlajak

jauh sekali mencipta benci
pada yang terindah anugerah Illahi
pada penenang bila tak aman
pada pendengar bila tak senang

kesal berhari berembun hati
hati diguris cuba ubati
semoga mentari masih bersinar
sembunyi sekejap menyejuk lahar

andai maaf tiada harga
tak mungkin dapat digadai jiwa
hanya harapan dan doa disandar pasrah
moga yang indah kan tetap singgah

tak mungkin sama kalau bercerai rasa
siapalah lagi teman ketawa
teman berduka teman antara dua benua
macam pelangi tak cukup warna...

doa dan harapan pulihlah jiwa
merajuk hati janganlah lama
manusia mana tak tergigit lidahnya
dalam hidup pasti terkena juga...

dengan tulus maaf dipinta...
saya cuma manusia biasa...
pasti ada masa membuat angkara
tapi tak bermaksud mencalar luka..

moga yang dah terjadi, jadi sempadan
teladan  untuk lebih memahami
lebih mengerti dan lebih menghargai
nikmat bahagia yang sama dikongsi..

buang yang keruh yang jernih dikenang
saat yang manis jadikan pedoman
dalam hidup pasti ada dugaan
yang menguji sejauh mana kekuatan

andai kata dah tiba masa nekad di jiwa
tiada lagi yang indah untuk dikenang
putuslah harapan mendunglah kehidupan
cuma berharap Tuhan tunjukkan jalan...
yang terbaik untuk teruskan kehidupan...

cuma sampaikan dalam pesanan
sekali sayang berkerat tidak, bercambah rendang
yang indah tetap dalam ingatan...
tetap yakin doa dipohon...penyudah yang baik Tuhan perkenan...
kerana rasa ini bukan bahan mainan bukan dipinta bukan ciptaan..
hadiah Tuhan sebuah perasaan..kerana Allah terbitlah sayang...



nota kaki : karya pertama di Melbourne :) 01092010 : 10.30pm

3 comments:

  1. with so much love and affection, I really hope you'll find someone to share them with, Insya-Allah. someone who is worthy and grateful to have you in his life. AMIN.

    ReplyDelete
  2. tq uderk.. :) wish me all the blessings from HIM ya...

    ReplyDelete
  3. wow! sungguh indah sekali puisi ini...i really touched with it...

    ReplyDelete